Magetan. - Fenomena anak-anak zaman sekarang yang malas mengikuti Pramuka menjadi perhatian penting, padahal Pramuka memiliki manfaat besar untuk membentuk karakter, kemandirian dan jiwa kepemimpinan. Namun, sejumlah faktor menjadi penyebab menurunnya minat mereka untuk bergabung. Banyak generasi muda yang merasa kegiatan Pramuka itu monoton dan kurang menarik di bandingkan dengan berbagai hiburan digital yang lebih mudah diakses.Jumat (29/05/26)
Disini Bati Komsos Koramil Tipe B 0804/08 Barat Peltu Suroto memberikan kepelatihan kepada siswa SMP negeri 1 Barat untuk mendongkrak keterampilan dan kreativitas siswa melalui metode belajar interaktif di luar kelas, seperti melatih teknik membaca kompas (GPS), pengetahuan peta, cara berbipak praktis dan tanda jejak untuk mengasah kepekaan serta kemampuan bertahan hidup di alam bebas.
Lanjut Peltu Suroto, mengajak siswa mendaur ulang limbah menjadi kerajinan atau perlengkapan perkemahan yang bernilai guna, pentas seni, api unggun dan menampilkan drama hal tersebut untuk melatih kemampuan inovasi, kreativitas siswa baik untuk perorangan maupun secara bersama-sama atau tim.
Tidak hanya itu, beberapa gugus depan mulai menerapkan sistem pembelajaran daring untuk materi teori, sehingga waktu lapangan dapat dimaksimalkan untuk praktik dengan memanfaatkan teknologi secara bijak. Pramuka tidak hanya terlihat lebih menarik bagi generasi digital, tetapi juga menunjukkan bahwa gerakan ini tidak ketinggalan zaman, walaupun teknologi digunakan, esiensi utama Pramuka tetap terletak pada pendidikan karakter, Ujarnya
Pada akhirnya, Pramuka era modern bukan berarti meninggalkan tradisi, justru tradisi tersebut diperkuat dengan sentuhan inovasi. Pramuka juga akan menjadi pilar penting dalam membentuk karakter bangsa yang siap bersaing di dunia global yang penuh perubahan.(R.08)

Raditya